Analisis Interpretasi Wacana Dalam Berita Berjudul “Wartawan MetroTV dan Kompas Minta Dilindungi saat Aksi 212, Begini Jawaban Kapolri”

 

Nama   : Inayah Wulansafitri

Nim     : 2111415023

Sastra Indonesia, rombel 1

 

Analisis Interpretasi Wacana Dalam Berita Berjudul “Wartawan MetroTV dan Kompas Minta Dilindungi saat Aksi 212, Begini Jawaban Kapolri

1.      Referensi

Dalam kajian wacana, referensi menunjuk pada pembicara/penulis untuk mengungkapkan sesuatu. Dalam koran online yang berjudul “Wartawan MetroTV dan Kompas Minta Dilindungi saat Aksi 212, Begini Jawaban Kapolri” ini dapat diketahui bahwa media koran online KIBLAT.Net dengan reporter Nizar Malisy mencoba mengungkapkan sesuatu mengenai tanggapan Kapolri tentang permintaan perlindungan wartawan Metro dan Kompas saat aksi 212 di Jakarta.

 

2.      Praanggapan

Praanggapan yang terkandung dalam berita tersebut adalah tanggapan Kapolri mengenai wartawan yang melakukan over acting dalam meliput berita, dia menegaskan bahwa polisi akan mengamankan para wartawan.

 

3.      Implikatur

Maksud yang tersirat dalam berita tersebut ialah penegasan terhadap media dan para wartawan agar lebih objektif dalam meliput aksi 212.

 

4.      Inferensi

Kesimpulan yang dapat diambil dalam berita tersebut ialah larangan kepada media dan wartawan untuk tidak memojokkan umat Islam atau menginformasikan secara berlebihan dan tidak objektif.

 

5.      Konteks Situasi

Konterks Situasi berdasarkan berita tersebut ialah keterkaitan dengan kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok dalam pidatonya beberapa waktu lalu. Oleh karena kasus tersebut banyak media yang mencoba meliput aksi 212 yang kemudian oleh beberapa media tidak meliput secara objektif dan menimbulkan ketegangan antara media tv penyiar berita dan peserta aksi 212.

 

6.      Ko-teks

Teks yang mengikuti teks lain. Dalam berita ini mengikuti teks berita tentang penolakan peliputan dari beberapa media oleh para peserta aksi bela Islam.

 

7.      Perluasan Konteks

Dalam berita tersebut konteks dapat meluas. Masyarakat menjadi tidak percaya pada media-media pembawa berita yang telah mencoba memojokkan umat Islam.

 

8.      Interpretasi Lokal

Lokasi dalam berita tersebut adalah Jakarta.

 

Wartawan MetroTV dan Kompas Minta Dilindungi saat Aksi 212, Begini Jawaban Kapolri

Selasa, 29 November 2016 07:00 2 Komentar

Description: https://www.kiblat.net/files/thumb/m/o/mobil-sng-metro-tv-diusir-dan-dilarang-meiput-aksi-_161104152754-143-32qqsw4u6tgfz29hx5728a.jpg

Foto: Mobil SNG MetroTV diusir massa saat aksi bela Islam 411.

 

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Muhammad Tito Karnavian, menganjurkan kepada para wartawan dan media massa untuk berlaku objektif dalam pemberitaan aksi bela Islam 3 yang akan digelar Jum’at (2/12/2016) nanti.

Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan jika tidak ingin mendapatkan penolakan peliputan dari masyarakat, khususnya umat Islam.

“Membaur dengan masyarakat, baik-baik. Tidak over acting. Syukur-syukur kalau ikut zikir juga. Insya Allah tidak akan ganggu,” ujar Tito saat konferensi pers terkait aksi bela islam 3, di gedung MUI. Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (28/11/2016).

Hal itu disampaikan Tito setelah salah satu wartawan yang mengaku mewakili rekan-rekannya yang bekerja di Kompas Tv, Metro Tv, dan Berita Satu, meminta perlindungan polisi saat aksi bela Islam nanti.

Karena menurut dia, para rekan wartawan yang bekerja di tiga media telivisi itu kerap merasa terancam saat meliput.

“Karena kami penyampai berita juga seperti Rasul, pak!” Ujar salah satu wartawan kepada Tito.

Tito sendiri mengaku, polisi siap mengamankan siapa saja. Termasuk para pewarta dan media massa.  “Kita akan amankan, tapi yang paling utama adalah dari Allah,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, ketiga media massa tersebut, pernah mengalami pengusiran oleh masyarakat saat meliput beberapa kegiatan terkait umat Islam.

Sejumlah media mainstream dianggap kerap melakukan kejahatan informasi, seperti menyebarkan kebohongan, memojokkan umat Islam, menyampaikan berita yang memihak dan lain sebagainya.

 

Reporter: Nizar Malisy
Editor: Fajar Shadiq

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Unsur Bawahan Langsung & Teori Tagmemik

Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia (sebagai bahasa penyerap) dan Analisis Interferensi Fonologis, Morfologis, dan Sintaksis

ANALISIS LINGUISTIK STRUKTURAL