Teori Linguistik

 

Nama               : Inayah Wulansafitri

Nim                 :2111415023

Matkul             : Teori Linguistik

Rombel            : Linguistik 2015

Jelaskan hakikat bahasa dari berbagai buku (minimal 3)! Berilah contoh pada tiap hakikat bahasa!

Hakikat Bahasa

Bahasa adalah bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh alat bicara manusia dan harus bermakna. Contohnya dengan mengatakan saya lapar berarti kita menyatakan sesuatu. Apabila bunyi saya, kita ganti dengan bunyi aysa, maka orang yang mendengar bunyi ini pasti tidak mengerti apa yang kita maksudkan. Kita pun mengerti makna bunyi saya karena kita adalah penutur bahasa Indonesia. Seandainya orang Jerman yang mendengar bunyi itu, pasti ia tidak memahaminya, karena deretan bunyi tersebut yang bermakana saya tidak ada dalam bahasa Jerman. Bunyi-bunyi bahasa yang dihubungkan dapat membuat bahasa bekerja. Hubungan dalam bahasa itu sistematis. Misalnya, jika kita berpikir bahwa bahasa itu terjadi dari bunyi, kita segera menemukan bahwa hanya bunyi itu terdapat dalam pola yang teratur. Dari penjelasan ini mengertilah kita bahwa pada hakikatnya bahasa itu adalah bunyi-bunyi yang bermakna.

Bahasa adalah suatu sistem yang tertata sangat rapi yang setiap satuannya memegang peranan penting dalam kaitannya dengan bagian lainnya. Kata sistem sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan makna ‘cara’ atau ‘aturan’. Bahasa teridir atas unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu, dan membentuk suatu kesatuan. Contoh: dalam kalimat berikut :

-          Andilah yang mengambil mangga itu.

-          Mengambilah yang Andi mangga itu.

Sebagai penutur bahasa Indonesia kita akan tahu bahwa kalimat pertama adalah kalimat bahasa Indonesia yang benar karena tersusun dengan benar menurut pola aturan kaidah bahasa Indonesia, sebaliknya kalimat kedua bukanlah kalimat yang tersusun sesuai dengan kaidah aturan bahasa Indonesia. Ciri yang lain ialah bahwa setiap bahasa mempunyai struktur ganda. Ini berarti bahwa dalam semua bahasa manusia terdapat dua tataran struktur yang hubungannya sistematis. Dengan kata lain, tiap bahasa merupakan suatu sistem yang terdiri atas dua subsistem. Yang satu adalah subsistem satuan bermakna dan yang kedua adalah subsistem bunyi, yang tidak mempunyai makna sendiri, tetapi dapat membentuk satuan bermakna. Sebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. Dengan sistematis, artinya bahasa itu tersusun menurut suatu lola, tidak tersusun acak secara sembarangan. Sedangkan sistemis artinya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau sistem bawahan, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

Bahasa adalah alat pengganti. Contoh Ketika kita mengatakan berikanlah kepada saya sepiring nasi, tidak berapa lama nasi yang ada di dapur akan berpindah ke atas meja. Semestinya kita pergi ke dapur lalu kita mengeluarkan sederetan bunyi dan nasi itu pun datanglah kepada kita. Kalau demikian keadaannya, maka kita dapat mengatakan bahwa bahasa berwujud bunyi itu pada hakikatnya mengganti diri kita dan apa yang kita katakana itu bersifat simbol-simbol.

Bahasa itu bersifat individual, karena bahasa yang kita keluarkan itu lahir dari diri pribadi seseorang.Bahasa juga bersifat koperatif. Hal ini disebabkan ketika kita mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa orang yang mendengarkannya akan ikut menaati apa yang kita katakan. Kalau demikian, bahasa yang sebelumya bersifat individual kini menimbulkan kerja sama antara orang-orang.Contoh ketika kita mengatakan secara individu aku haus pada teman, maka si teman yang tidak haus mengerti kita butuh minuman dan ia pun menawari kita minuman. Di sanalah terjadi kerjasama.

Selain itu, ciri yang penting dari bahasa itu ialah pengulangan. Ini berarti suatu kalimat mungkin dapat dibuat dengan kalimat lain di dalamnya. Contoh dengan proses relativisasi (penggunaan kalimat relative): inilah anak yang menemukan anjing yang mengejar kucing yang… Contoh lain proses pengulangan itu ialah penggabungan (penggunaan kata hubung koordinatif): Ateng pergi ke toko, (dan ia) menemui manajernya, (dan ia)memproses, (dan ia)…

Bahasa itu arbitrer. Kata arbitrer diartikan ‘sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang dimaksud dengan arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Contoh, antara [pohon] dengan yang dilambangkannya, yaitu tumbuhan yang berbatang keras dan besar. Kita tidak dapat menjelaskan mengapa tumbuhan tersebut dilambangkan dengan bunyi [pohon].

Bahasa itu konvensional. Hubungan sebuah kata dengan maknanya adalah persoalan konvensi (kesepakatan). Misalnya, binatang buas yang melata yang ada di Indonesia, secara arbitrer dilambangkan dengan bunyi [komodo] maka anggota masyarakat Indonesia, semuanya harus mematuhinya. Kalau tidak dipatuhi atau menggantikannya dengan lambang lain, maka komunikasi akan terhambat. Itu berarti telah keluar dari konvensi itu. Jadi, kalau kearbitreran bahasa terletak pada hubungan antara lambang-lambang bunyi dengan konsep yang dilambangkannya, maka kekonvensionalan bahasa terletak pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang lain.

Bahasa itu merupakan gejala sosial. Bahasa merupakan alat komunikasi antarindividu. Bahasa juga membawa individu berhubungan dengan lingkungannya. Oleh karena itu, bahasa merupakan perilaku yang dipelajari secara sosial dan suatu  keterampilan yang diperoleh ketika kita tumbuh dalam masayarakat.

Semua bahasa sama rumitnya. Setiap bahasa merupakan bagian dari kebudayaan yang menghasilkannya dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang memakai bahasa itu. oleh karena itu, bahasa apa pun sama baiknya dengan bahasa yang lain. Tidak ada bahasa yang secara intrinsik lebih baik atau lebih buruk dari bahasa yang lain.

Bahasa itu produktif. Kata produktif adalah bentuk adjektif dari kata benda produksi. Arti produktif adalah “banyak hasilnya”, atau lebih tepat “terus-menerus menghasilkan”. Maksudnya, meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas. Contoh: kita mengambil fonem-fonem dalam bahasa Indonesia /b/, /u/, /k/, /u/ dan menyusunnya menjadi banyak kata yaitu menjadi ‘buku’ atau ‘kubu’.

Bahasa itu unik. Bahasa bersifat unik berarti setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Contoh pada kalimat ‘Dia menangkap ayam.’ Apabila tekanan diberikan pada dia, maka makna kalimat itu adalah bahwa yang melakukan tindakan menangkap ayam adalah dia, dan bukan orang lain. Kalau tekanan diberikan pada kata menangkap, maka kalimat itu bermakna yang dilakukan  dia bukanlah tindakan lain, melainkan menangkap, bukan mengurung atau menyembelih. Kalau tekanan diberikan pada kata ayam, maka makna kalimat itu adalah yang ditangkap oleh dia adalah ayam, bukan kucing atau tikus.

Bahasa itu universal. Universal artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Ciri-ciri yang universal ini tentunya merupakan unsur bahasa yang paling umum, yang bisa dikaitkan dengan ciri-ciri atau sifat-sifat bahasa lain. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri atas vocal dan konsonan. Namun berapa banyak vocal dan konsonan yang dimiliki oleh setiap bahasa, bukanlah persoalan keuniversalan.

Bahasa itu dinamis. Bahasa adalah satu-satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu, sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Tak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis. Karena itulah, bahasa disebut dinamis.

Bahasa itu bervariasi. Setiap bahasa digunakan oleh sekelompok orang yang termasuk dalam suatu masyarakat bahasa. Yang termasuk dalam satu masyarakat bahasa adalah mereka yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Jadi, kalau disebut masyarakat bahasa Indonesia adalah semua orang yang merasa memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia. Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri atas berbagai orang dengan berbagai status sosial dan berbagai  latar belakang budaya yang tidak sama. Oleh karena latar belakang dan lingkungannya yang tidak sama, maka bahasa yang mereka gunakan menjadi bervariasi atau beragam, di mana antara variasi atau ragam yang satu dengan yang lain seringkali mempunyai perbedaan yang besar. Mengenai variasi bahasa ini ada tiga istilah yang perlu diketahui, yaitu idiolek, dialek, dan ragam. Idiolek adalah variasi atau ragam bahasa yang bersifat perseorangan. Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu. Misalnya dialek Banyumasan, Tegal, dan dialek Solo-Yogya. Ragam atau ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan, atau untuk keperluan tertentu.

Bahasa itu manusiawi. Manusiawi berarti bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkam oleh alat ucap manusia bersifat arbitrer, bermakna, dan produktif. Adapun binatang tidak mempunyai bahasa. dengan demikian, alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia. Alat komunikasi binatang bersifat terbatas, dalam arti hanya digunakan untuk keperluan hidup “kebinatangannya” saja. Contoh: Ketika manusia berbicara tidur dan seekor monyet yang dilatih berbicara juga mengatakan tidur. Kedua kata ini memiliki makna yang berbeda karena ketika yang diucapkan monyet itu tidak bermakna.

 

Sumber :

Chaer, Abdul.2012.Linguistik Umum.Jakarta:Rineka Cipta.

Pateda, Mansoer.2011.Linguistik Sebuah Pengantar.Bandung: Angkasa.

Boey, Lim Kiat.1992.Pengantar Linguistik Untuk Guru Bahasa.Jakarta: Rebia Indah Prakasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Unsur Bawahan Langsung & Teori Tagmemik

Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia (sebagai bahasa penyerap) dan Analisis Interferensi Fonologis, Morfologis, dan Sintaksis

ANALISIS LINGUISTIK STRUKTURAL