Wayang Gagrak Tegal
Nama : Inayah Wulansafitri
Nim : 2111415023
Essay mengenai
Wayang Gagrak Tegal.
Wayang Gagrak
Tegal
Kesenian di Indonesia sangat beragam
jenisnya, salah satunya adalah wayang. Menurut KBBI wayang adalah boneka
tiruan orang yg terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat
dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali,
Jawa, Sunda, dsb). Wayang memiliki beberapa jenis, ada wayang kulit, ada wayang
golek, ada wayang beber, ada juga wayang gagrak. Di dalam tulisan ini akan
membahas mengenai wayang gagrak, khususnya wayang gagrak Tegal. Gagrak adalah
gaya khas dari ragam wayang umumnya. Gagrak menyangkut sisi istimewa dalam
sebuah pertunjukan wayang, seperti bentuk boneka, sulukan, iringan, sindenan,
atau instrument gamelan.
Di dalam dunia perwayangan sendiri
dikenal 11 gagrak yang diakui sebagai gagrak wayang di Indonesia, yaitu gagrak
Surakarta, gagrak Yogyakarta, Jawa Timur, Banyumas, Cirebon atau pesisiran,
Bali, Sasak, Palembang, Banjarmasin, Sunda, dan Betawi. Dari sebelas gagrak
yang telah diakui tersebut ada gagrak lainnya yaitu gagrak Tegal. Biasanya
gagrak Tegal dimasukkan dalam kelompok gagrak Pesisiran, karena lebih dekat
dengan Banyumas dan Cirebon, maka gagrak Tegal ini tak begitu diakui. Namun pada
kenyataannya gagrak Tegal itu ada dan berbeda dari gagrak yang lain.
Dalang-dalang dari Kabupaten Tegal
sebelum Ki Enthus sudah menegaskan bahwa gagrak Tegal ada. Beliau dikenal
dalang yang konsisten yang menggelar gagrak Tegal. Kekonsistenan beliau diteruskan
oleh anaknya hingga turun temurun sampai sekarang, sampai pada Ki Enthus
(Bupati Tegal sekarang). Menurut Ki Enthus gagrak Tegal adalah gagrak sendiri,
baik dari sisi lakon wayang (penyajian alur cerita dan maknanya), sabet
(seluruh gerak wayang), catur (narasi dan cakapan), maupun karawitan (gendhing
sulukan dan property panggung). Dilihat dari pembawaan dalang saat memainkan
wayang,kata-kata yang digunakan terkadang menggunakan logat khas Tegal. Ciri
Khas dari Gagrak Tegal menurut Ki Enthus sendiri gagrak Tegal memiliki nuansa
kerakyatan, tokohnya yaitu Grubuk, tidak ada adegan goro-goro atau limbuk-an,
pada mulanya tidak memiliki sinden, berpusat pada dalang, hanya diiringi
gamelan slendro dan hanya ada lima perpindahan pathet, cenderung membosankan,
didominasi dengan iringan cak blong, sulukan lebih bernuansa kidung atau
mantra, pada akhir pagelarannya selalu ditutup dengan lantunan doa yang khas.
Pada dasarnya gagrak Tegal adalah
gagrak sendiri. Bisa jadi suatu hari nanti gagrak ini akan masuk ke dalam
gagrak di Indonesia yang diakui. Dengan pelestarian dan perkembangan
penyebarannya gagrak ini mulai dikenal banyak masyarakat, tidak lagi hanya
masyarakt Tegal. Ciri khas dan keunikannya mendorong gagrak ini untuk berdiri.
Karena gagrak Tegal sesungguhnya memang sudah ada.
Komentar
Posting Komentar